ad

Berita Terbaru

recentposts

Sampah Plastik Jangan Rusak Keasrian Pemandangan Sekitar Pura Goa Giri Putri


Goa giri putri
Ruangan dalam goa via nusapenida.ucoz.com

Pura Goa Giri Putri yang terletak di Dusun Karangsari, Desa Pakraman Suana, Kecamanatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Pura ini memiliki keindahan tempatnya yang begitu asri, dan memiliki kekuatan magis/ getaran spiritualnya yang begitu kuat. Hal ini membuat seluruh umat Hindu yang ada di Indonesia, berbondong-bondong untuk berkunjung ataupun melakukan tirtayatra ke Pura Goa Giri Putri tersebut. 

Kata Pura Goa Giri Putri ini berasal dari kata "giri" yang berarti gunung, pegunungan atau pun bukit.Sementara"putri"artinya wanita.Dalam konsep ajaran Hindu, "putri", yang dimaksud adalah nama simbolis bagi kekuatan Tuhan, memiliki sifat keibuan ataupun kewanitaan. Jadi Goa Giri Putri adalah sebuah ruang atau rongga dengan ukuran tertentu sebagai tempat bersemayam kekuatanTuhan dalam manifestasinya berupa wanita (disebut Sang Hyang Giri Putri), tiada lain adalah salah satu sakti dari kekuatanTuhan dalam wujud-Nya sebagai Siwa. Giri Putri adalah nama yang diberikan pada salah satu goa terbesar yang berada di Pulau Nusa Penida. 

Berbagai keunikan dalam Pura Goa Giri Putri, menjadi suatu hal yang tidak pernah habisnya bagi masyarakat Hindu di seluruh Indonesia untuk dapat berkunjung dan melakukan perjalanan suci persembahyangan ketempat tersebut.Bahkan sampai ada yang menginap  semalaman suntuk di dalam Goa Giri  Putri atau sering juga disebut dengan istilah "makemit", bagi umat Hindu di Bali. Salah satu keunikan dari Pura Goa Giri Putri ini, bahwa di dalam goa tersebut, ada pelinggih atau tempat pemujaan kepada Dewi Kwan-im yang merupakan peninggalan dari Agama Budha.Hal ini merepresentasikan bahwa adanya multikulturalisme dalam beragama antara Hindu dan Budha. Adanya kepercayaan dalam memuja dan memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa secara bersama-sama oleh umat Hindu, dengan tujuan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan di dalam diri beserta alam semesta sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya seluruh makhluk hidup.Tanpa adanya kemahakuasaan Beliau sebagai Sang Pencipta, tidak mungkin kita semua dapat menikmati keindahan dan kehidupan di dunia ini.

Eksistensi Pura Goa Giri Putri, selalu memberikan pesona magis bagi setiap pengunjung atau pemedek yang tangkil ke pura tersebut. Banyaknya pemedek yang tangkil ke Pura Goa Giri Putri yang berasal dari daerah Bali itu sendiri bahkan sampai daerah luar Bali. Para pemedek yang berdatangan tangkil, biasanya membawa banten/upakara pribadi yang dibuat ataupun disiapkan dari rumah. 


sampah di sekitar goa giri putri
dok.penulis
Banyaknya pemedek yang melakukan persembahyangan di Pura Goa Giri Putri, berdampak pada permasalahan sampah upakara seperti, plastik tempat canang, plastik dupa, ataupun sampah upakara yang lain. Terkadang hal ini dianggap sebagai masalah kecil, namun jika dibiarkan maka akan menjadi masalah yang besar nantinya dapat merusak lingkungan di sekitar Pura Goa Giri Putri tersebut. Kepedulian setiap pemedek yang datang sangat dibutuhkan dalam hal ini dan juga didukung penuh oleh kesadaran masyarakat yang tinggal di sekitar Pura Goa Giri Putri. Padahal peringatan untuk menjaga kebersihan Pura Goa Giri Putri sudah terpampang di sudut-sudut area pura, untuk menjaga kebersihan pura dengan membuang sampah upakara pada tempatnya. Namun, masih saja ada beberapa pemedek/pengunjung yang datang, tidak semua dapat merealisasikan aturan tersebut.


Kurangnya rasa kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini dibuktikan dari gambar di atas yang diambil dari tebing-tebing sekitar Pura Goa Giri Putri. Tampak jelas terlihat banyaknya sampah berupa plastik, kresek, canang-canang kering yang menyangkut bertebaran di antara ranting-ranting pohon yang tumbuh di tebing-tebing luar area Pura Goa Giri Putri. Jelas hal demikian, membawa dampak yang negatif bagi kebersihan dan keasrian pura tersebut. 
sampah plastik
dok.penulis

Sebenarnya, untuk menciptakan lingkungan yang bersih adalah dimulai dari kesadaran dan kepedulian manusia yang tertanam di dalam dirinya.Peraturan yang dipampang bertujuan untuk memperingati setiap umat agar menjaga kebersihan Pura Goa Giri Putri, hanya akan menjadi hiasan/pajangan semata jika tidak direalisasikan secara langsung oleh umat manusia itu sendiri. Berawal dari diri sendiri untuk turut menciptakan kebersihan Pura Goa Giri Putri, karena merasa memiliki pura tersebut.

Di dalam Agama Hindu, Tri Hita Karana menjadi suatu konsep yang sangat fundamental bagi Umat Hindu dalam menjalani ataupun melaksanakan setiap aktivitasnya di dalam kehidupan sosial masyarakat. 
Begitu halnya dengan merealisasikan ajaran Tri Hita Karana, salah satunya yakni turut menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungannya yang sering juga disebut dengan palemahan dalam Tri Hita Karana. Selain itu manusia juga turut menjaga hubungan yang harmonis baik antara manusia dengan sesamanya (pawongan) dan juga hubungan yang harmonis antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (parhyangan).

Begitu pula halnya dengan menjaga kebersihan Pura Goa Giri Putri agar tetap terjaga keindahan dan keasriannya. Diperlukan sikap setiap umatnya untuk dapat menerapkan ataupun melaksanakan secara nyata ajaran Tri Hita Karana dengan kesungguhan hati terutama dalam bidang palemahan, untuk dapat mewujudkan Pura Goa Giri Putri yang bebas dari tebaran sampah plastik sisa upakara.

purnama  

Ida Ayu Purnamaningsih
Penulis adalah mahasiswi S2 jurusan Ilmu Komunikasi Hindu di Pasca Sarjana IHDN Denpasar, aktif dan hobi menulis di beberapa majalah dan juga aktif dalam organisasi, sekarang menjabat sebagai Ketua Peradah Provinsi Bali periode 2015-2018. Korespondensi bisa di Facebook dan kunjungi juga kunjungi Blog Purnama.
Sampah Plastik Jangan Rusak Keasrian Pemandangan Sekitar Pura Goa Giri Putri Reviewed by Adi Wirawan on December 21, 2015 Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by YouthMagz ©2016|Developed by Acyutamedia

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.