ad

Berita Terbaru

recentposts

6 Cara Agar Bahasa Bali Tidak Punah

bahasa bali
Peduli Bahasa Bali.
Berbicara tentang bahasa daerah, Indonesia adalah negara yang kaya. Kita memiliki lebih dari 746 bahasa daerah dan tersebar di 17.508 pulau. Beruntung kita memiliki bahasa pemersatu, Bahasa Indonesia. Jika tidak, coba bayangkan bagaimana cara kita berkomunikasi dengan saudara-saudara kita dari Papua, Maluku, Sumatra dan Madura?? Pakai bahasa isyarat kali ya….

Namun permasalahannya, seiring modernisasi dan majunya teknologi Bahasa Bali dan bahasa daerah lainya menjadi dianak-tirikan. Anak muda cenderung menggunakan bahasa gahool, alay, sok Jakarte, sok British. Yah. biar kekinian lah katanya.

Suatu saat saya pernah mengamati anak kecil yang hendak berbelanja ke warung;
Ibu dagang: “Jagi numbas napi gus?” (Mau belanja apa nak?)
Lalu si bocah malah mendekati mamanya...
Si bocah: “Ma, Ibu itu ngomong apa sih? Pakai bahasa apa??”
Mungkin di dalam hati si anak berkata , “what are you speaking mom!?”
Haduh, sakit rasanya hati melihat langsung kejadian itu.

Tak bisa dipungkiri, kita tidak boleh melupakan bahasa Ibu, bahasa daerah kita. Sebab, bagaimana kita berkomunikasi dengan tetua kita, bagaimana kita membaca babad-babad daerah kita. Bagaimana kita paham nilai-nilai (value) yang diturunkan leluhur kita, yang semuanya menggunakan bahasa Ibu?

Hmm, Lalu apa yang bisa kita lakukan? Berikut  6 Ide yang mungkin dapat diaplikasikan agar Bahasa Bali ke depanya tidak punah.

1. Gunakan Bahasa Bali di Rumah untuk Berkomunikasi dengan Anak-anak Kita.

Kelihatanya sangat sederhana tetapi di Bali khususnya, orang tua cenderung mengajak  anaknya berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia di rumah, bahkan di desa-desa sekalipun. Jika generasi muda tidak diperkenalkan dengan Bahasa Bali, lalu siapa yang harus disalahkan jika mereka nanti tidak mengerti istilah “nunas antuk linggih”, “calep calung” dan lain lain. 

2. Kurikulum Bahasa Daerah Harus Tetap  Ada dalam Pelajaran.
Bahasa daerah harus tetap diajarkan, sekalipun itu di sekolah swasta dengan kurikulum internasional. Juga, bahasa bukanlah pelajaran yang bersifat matematis ataupun hafalan. Pelajaran Bahasa Bali atau bahasa daerah lainya haruslah bersifat praktik, lebih kepada percakapan sehari-hari dan menulis yang lebih  banyak.

Akan tetapi, di sisi lain kita juga tidak boleh menutup diri dengan tidak mempelajari bahasa asing. Prinsipnya: 
Lestarikan bahasa daerah, gunakan Bahasa Indonesia dalam pergaulan umum, kuasai bahasa asing.

3. Buat Aplikasi Digital yang Menggunakan Bahasa Daerah.
Kenapa Bahasa Inggris relatif mudah dipelajari? Alasanya sederhana, karena banyak film Barat dengan subtitle Bahasa Inggris dan Indonesia, ada google translate, ada banyak situs yang bisa menerjemahkan  idiomatic expression. Juga ada banyak situs tentang grammer Bahasa Inggris. Jadi kita juga harus membuat aplikasi digital yang bisa menerjemahkan dan menunjukkan pengucapan yang benar dari kata dalam bahasa daerah.

Contohnya: membuat aplikasi android yang bisa menerjemahkan Bahasa Bali ke Bahasa Inggris dan sebaliknya
Misalnya :
Bali-English-Indonesia

Godel=Calf= Anak sapi.
Bebedag=Yearling=Anak Kuda

Sesonggan (Balinese Idiomatic expression)

Gangsaran Tindak Kuangan daya=impulsive= Istilah untuk seseorang yang bertindak tergesa-gesa tanpa tahu apa yang sebenarnya yang dicari.

Galak-galak di guwungan =term for someone who only brave on his/her own place= Jago Kandang

Iluh nganggon bli pacadang kuang= boys who only called when necessary = Cowok kena PHP, heheheh :)

Contoh lainnya: Membuat video contoh percakapan sehari hari Bahasa Bali halus ke youtube beserta subtitle-nya.

4. Kuota untuk Guru Bahasa Bali harus Dipenuhi untuk di Masing-masing Sekolah.

Kita harus menghargai tenaga guru yang sudah mau mendedikasikan diri untuk melestarikan budaya Bali. Jika tidak ada mereka, siswa harus belajar dari siapa?

5. Buat Situs atau Blog Menggunakan Bahasa Daerah yang Menjelaskan adat Istiadat Masing-masing Daerah.
  
Blog Bahasa Bali


6. Gunakan Aksara Bali untuk Papan Nama atau Tempat-tempat Umum.
Papan nama dengan aksara Bali, viacayapatabintanguny.wordpress.com/


Jika kita melihat negara-negara luar seperti  Thailand, Jepang, China, India dan Nepal, mereka dengan PeDe menggunakan aksara mereka untuk papan nama toko atau jalan. Tentu dengan terjemahan di bawahnya agar orang-orang asing bisa mengerti.

Nah, itu tadi ide-ide supaya bahasa daerah ke depan tidak punah.  Jika dari sekarang kita tidak melakukan tindakan apapun untuk melestarikan bahasa daerah, dalam 20 tahun lagi Bahasa Bali akan benar-benar punah. Jika bahasa daerah kita punah, sebenarnya kita sedang menuju masyarakat amnesia. Masyarakat yang lupa akan jati dirinya.

#SaveBahasaBali

adi wirawan


I Made Adi Wirawan
Penulis adalah blogger yang hoby baca dan traveling. Juga aktif dalam kegiatan sosial. Korespondensi di Facebook, Twitter dan Google+


6 Cara Agar Bahasa Bali Tidak Punah Reviewed by Adi Wirawan on January 08, 2016 Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by YouthMagz ©2016|Developed by Acyutamedia

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.